Mahasiswa Universitas Brawijaya Ciptakan Filter Limbah Dan Pendeteksi Mutu Air Berbasis Teknologi 4.0

Malang – Tiga orang mahasiswa Universitas Brawijaya yang tergabung di dalam tim penelitian Program Kreatifitas Mahasiswa – Karsa Cipta (PKM-KC) dibawah bimbingan Bapak Andi Kurniawan, S.Pi., M.Eng., D.Sc membuat inovasi dalam dunia perikanan, terutama inovasi pada usaha budidaya perikanan seperti budidaya udang.

Inovasi ini terinspirasi dari kondisi waktu pengukuran mutu air pada usaha budidaya udang serta manajemen pengolahan limbah air pada budidaya udang. Salah satu unsur utama keberhasilan pada budidaya udang adalah terletak pada kondisi kualitas perairan. Umumnya para petambak udang malakukan pengontrolan kualitas air secara manual seperti pengukuran oksigen terlarut, suhu dan pH ungkap Bucika. Namun, jarangnya pemakaian teknologi filter air berdasarkan recirculation aquaculture system yg terintegrasi dengan sensor mutu air yg terintegrasi dengan teknologi masih belum ada pada budidaya udang. Oleh karena itu tim mahasiswa ini yang terdiri dari Bucika Hasanah Putri dan  Ihda Zulvia Nur Mawaddah dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, serta Figo Ramadhan Hendri mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer menciptakan inovasi yang mereka beri nama “Fillet (Filter Limbah dan Pendeteksi Mutu Air Berbasis Teknologi 4.0)”.

(Dokumetasi: Alat FIllet)

Kelebihan Teknologi Fillet ini yaitu menjaga kualitas air limbah tidak melebihi dari baku mutu yang ditentukan serta dapat dikontrol oleh pembudidaya dengan menggunakan smartphone atau layar pemantauan secara real time. Fillet dirancang dengan menggunakan 4 susunan wadah filter yang tersusun secara vertikal sehingga tidak membutuhkan tempat yang luas serta memiliki biaya operasional yang murah. Komponen filter terdiri dari jaring-jaring, batu batu zeolit, bioball serta lampu sinar ultra violet.

Menurut Figo, “Secara prinsip dasar alat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan penurunan kualitas air tambak, Fillet didesain dengan menggabungkan filter air limbah dan sensor yang dapat memberikan informasi mengenai kualitas air kepada para pembudidaya sehingga memudahkan proses monitoring kualitas air budidaya. Selain itu, komponen sensor monitoring kualitas air dirancang dalam ukuran yang kecil agar mempermudah penggunaan dan dapat digunakan pada waktu dan tempat yang diinginkan. Penggunaan Fillet dapat mengatasi keterlambatan dalam pembersihan atau penggantian filter sehingga mengurangi dampak menurunnya produksi udang yang akan dihasilkan”. [BHP/PKM KC].

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top