PSPK UB Panen Garam Teknologi Tunel Bersama Bupati dan Dinas Perikanan Dan Peternakan Tuban

Tuban – Salah satu faktor kelangkaan garam adalah menurunnya aktifitas produksi garam di musim penghujan oleh karena itu Petambak garam tidak bisa memproduksi garam pada musim penghujan. Hal ini mengakibatkan perekenomian petambak garam menjadi menurun. Permasalahan ini mendasari Dinas Perikanan dan Peternakan Tuban untuk melakukan kerja sama dengan Lembaga PSPK LPPM UB dalam rangka mengembangkan potensi kelautan di desa Leran Wetan Kecamatan Palang Kabupaten Tuban dengan melakukan penelitian produksi garam dengan teknologi modern yakni dengan menggunakan teknologi Tunnel.

Pada tanggal 26 Desember 2018 Tambak Garam di Panen dihadiri oleh Ditjen Pengelolaan Ruang Laut Kementrian Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Bupati Tuban, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tuban, serta Pusat Studi Pesisir Kelautan Universitas Brawijaya.

Jumlah tunel yang dipanen sebanyak 14 tunel. Terdiri dari 6 Tunel Peminihan, 4 Tunel Meja kristalisasi, 4 Tunel Tandon air dengan ukuran menja kristalisasi 11x4m masing- masing tunel ini mampu menghasilkan 300kg dalam sekali panen, di musim hujan penerapan teknologi hujan dapat panen 2 kali.

“Teknologi Tunel ini dapat meningkatkan hasil produksi menjadi dua kali lipat dan warna garam lebih putih dan bersih. Penggunaan teknologi Rumah Kristalisasi garam dengan sistem tunel kini petambak garam tak harus bergantung pada musim. Karena dengan memberi atap plastik, produksi garam tidak perlu bergantung pada musim. Petani bisa terus berproduksi sepanjang musim” tutur Andi selaku Ketua Lembaga PSPK LPPM UB.

Sementara itu Andi Kurniawan D,Sc juga mengatakan bahwa sistem tunel ini dapat menghasilkan 164 ton garam per hektar dalam satu tahun artinya hasil produksi garamnya jauh lebih besar dari tambak garam konvensional yang hanya mampu memproduksi 80-100ton garam per hektar dengan penambahan investasi sekitar 56 juta untuk pembuatan 14 tunnel petambak garam dapat keuntungan tambahan sebesar 64 ton perhektar pertahun dengan harga garam 1000/kg petambak garam dapat keuntungan tambahan sebesar 64 juta per tahun dan sistem tunnel ini mampu bertahan selama 3 tahun. Harapan Andi selaku Ketua PSPK UB “kelangkaan garam seperti yang terjadi saat ini tidak terulang di masa-massa mendatang, makanya petani garam atau pemerintah harus memiliki terobosan atau mencari solusi agar produksi garam di dalam negeri terus mampu mencukupi kebutuhan masyarakat salah satu nya dengan menerapkan Teknologi Rumah Kristalisasi” Ujar Andi (26/12/2018).(Imam)

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top