Upaya Analisis Mitigasi Pencemaran Mikroplastik Di Mata Air Daerah Sungai Brantas

Malang- Keberadaan mata air di Kota Batu memiliki peranan penting sebagai sumber air utama yang digunakan untuk berbagai kepentingan. Keberadaan mata air ini harus dilindungi dari berbagai pencemaran termasuk pencemaran mikroplastik. Tim penelitian dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) yang diketuai oleh Andi Kurniawan, D.Sc berupaya untuk melakukan mitigasi pencemaran mata air di Kota Batu khususnya di mata air Sungai Brantas. Penelitian ini dilakukan sejak bulan AGustus sampai dengan September 2021.

“Langkah awal dari upaya tersebut adalah dengan melakukan analisis terhadap status pencemaran mata air di Kota Batu guna mendapatkan profil pencemaran mikroplastik di mata air di Kota Batu” ungkap Andi Kurniawan, D.Sc. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sumber acuan terbaru bagi pembuat kebijakan untuk membuat aturan yang dapat melindungi Kota Batu dari pencemaran mata air.

Selain itu, Andi Menyampaikan bahwa ” penelitian ini juga dapat memberi informasi apakah terjadi pencemaran mikroplastik di mata air di Sungai Brantas. Profil terkait pencemaran ini akan dapat menjadi dasar dalam mengoptimalkan usaha konservasi mata air di DAS Brantas. Penelitian ini akan dapat meningkatkan kompetensi dosen sekaligus memperkuat peran FPIK UB dalam pembangungan di Jawa Timur khususnya terkait dengan pengelolaan sumber daya akuatik”.

Seperti yang sudah diketahui oleh khalayak umum, mikroplastik merupakan bahan pencemar yang sulit terdeteksi karena ukurannya yang mikroskopis. Berbagai macam aktifitas manusia juga berkontribusi terhadap keberadaan mikroplastik di lingkungan. Pasta gigi, sabun cuci muka dan beberapa kebutuhan sehari-hari lainnya tanpa kita sadari juga mengandung mikroplastik sehingga bila  kita tidak bijak dalam menggunakannya, mikroplastik akan sangat mudah masuk ke lingkungan.

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top